Home > Motivasi > Stres

Stres

Siapa yang tidak pernah mengalami yang satu ini, saat ini pun saya sedang stres karena tekanan hidup, stres karena pekerjaan, stres karena tidak dapat mencapai apa yang ditetapkan dalam hidup (karier, relasi, keluarga, diri sendiri, cita-cita, bisnis, dll) mungkin tak hanya saya yang sedang stres, anda atau siapapun yang sedang membaca ini bisa saja dirundung kegalauan dan stres.

Menurut pendapat saya, meskipun saya bukan seorang psikolog, stres sendiri adalah respon tubuh yang dituntut baik secara langsung/tidak langsung terhadap situasi yang diidealkan. Perhatikan kata “dituntut” diatas, mau tidak mau, saya, anda atau siapapun akan dikenai situasi tersebut, menuntut kemampuan kita sampai batas akhir, menuntut dan menyita waktu kita, menuntut pengorbanan kita (terkadang sampai ke titik terendah hidup kita, dan kita tidak mendapat apa-apa, inilah hidup…).

Kemampuan seseorang akan diuji dengan tingkat stres bertahap dalam hidup, dalam menghadapi level stres tersebut diperlukan beberapa hal yang cukup membantu untuk menopangnya antara lain, tingkat pendidikan (yang secara tidak langsung mempengaruhi sikap dan perilakunya dalam mengambil keputusan, meskipun ini tidak mutlak benar), keadaan ekonomi, kedudukan dalam sosial, terakhir yang paling vital yaitu iman dan keteguhan hati.

Stres membuat rambut saya beruban meskipun tidak semua, dan ini cukup mengganggu, membuat wajah kusut dan pikiran kalut. Seperti halnya saya, saat seseorang dalam keadaan stres berat karena sesuatu hal, respon tubuh (entah fisik atau psikis) akan menunjukkan kalau kita menghadapi tekanan dan serangan (bisa diibaratkan begitu), ada yang karena stres dan tegang dalam menghadapi sesuatu ia selalu sakit perut, ada yang keringat dingin, ada pula yang menggigil, menggigiti kuku jari, banyak respon fisik yang ditimbulkan karena tekanan mental ini, dari segi psikologis bisa juga berakibat ke gugup minder, melamun, sulit berkonsentrasi, hingga otak “hang/blank” untuk sementara waktu, sampai ke taraf depresi (benar-benar nge-hang)

Inilah beberapa hal yang menyebabkan kita menjadi stres, entah disadari atau tidak :

  1. Keadaan terjepit dan kita dituntut menyelesaikannya padahal diluar kemampuan kita, dan ini tanggung jawab kita.
  2. Rasa bersalah akibat perbuatan kita dan menuntut kita untuk memperbaikinya.
  3. Menghadapi situasi pelik dimana kita sama sekali belum pernah menghadapinya.
  4. Banyaknya tekanan hidup dan tanggung jawab kita yang harus kita penuhi.
  5. Tidak adanya solusi dlm situasi dilematis ditengah masalah yg dihadapi.
  6. Penolakan terhadap semua karya dan kerja keras kita, segala usaha kita.
  7. Kegagalan demi kegagalan yang menghampiri langkah hidup.
  8. Ketidakcocokan dan sulitnya beradaptasi terhadap lingkungan atau kondisi tertentu, bertolak belakang dengan kepribadian dan jati diri kita

Hal-hal diatas hanyalah beberapa contoh dari sekian masalah yang membuat kepala kita ingin meledak rasanya. Namun inilah hidup, dengan keanekaragamannya orang semakin stres dan stres ingin rasanya keluar dari kondisi yang menghimpit. Namun apa boleh buat, seandainya hidup bisa memilih. Kita harus menghadapi masalah-masalah yang ada, satu per satu, sedikit demi sedikit harus dihadapi, diambil artinya, diresapi darimana akarnya, jika melebihi kemampuanmu, dan kita tidak kuat memikulnya, berdoalah maka sedikit beban kita diringankan, mintailah bantuan semua orang yang kita kenal, kalau itu masih saja gagal, berlapang dadalah dan tegarlah kalau kita tidak sanggup menghadapinya dan lepaskanlah (bukan berarti kita lepas tanggung jawab) karena kita sudah melakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya.

Hidup sebenarnya indah jika ada pengertian antara satu dengan yang lainya, namun terkadang pengertian ini tidak kita dapatkan, maka kita berjuang untuk mendapatkannya.

Saat kita tertekan dan sesak karena keadaan, inilah yang harus kita lakukan :

  1. Berdoalah (apapun keyakinan anda) dan serahkanlah kehidupan ini ke TanganNya.
  2. Kelemahanku adalah kekuatanku, dengan falsafah tersebut hadapilah momok hidup kita dengan kekuatan luar biasa yg kita miliki, apapun cara kita.
  3. Prioritaskan apa yang harus dilakukan.
  4. Selalu dekat dengan orang-orang terkasih (Ibu, bapak, keluarga, pacar, teman karib, atau siapapun) dan ceritakan masalah kita sedetail mungkin.
  5. Sikap penerimaan akan batas kemampuan kita dan lapang dada.
  6. Lupakan sejenak siapa diri anda dan lepaskan semua beban yang menindih kita (rekreasi, jalan-jalan, melakukan hal/kegemaran kita)

Stres dan masalah membuat kita dewasa dan belajar, membuat kita mengerti ada yang lebih penting diluar sana, membuat kita mengerti tanggung jawab kita.

Lakukan terbaik yang kita bisa, dan berserahlah, Tuhan tahu yang terbaik bagi kita masing-masing. Jangan lekas berputus harapan, dan selalu dijalan yang tepat, niscaya stres akan berkurang.

Categories: Motivasi
  1. witha
    September 2, 2010 at 5:52 pm

    kalo stress,,@#$%#%^%&*???!!!?
    ngemut coklat wae mas kriztanu…dijamin HALAL…wkkwkwkw :))

  2. witha
    September 2, 2010 at 5:54 pm

    \:D/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: