Home > Motivasi > Bersyukur, Berusaha, dan Berdoa

Bersyukur, Berusaha, dan Berdoa

Tiga hal diatas adalah makanan jiwa yang tak  pernah habis, tumbuh berkembang seiring pertumbuhan usia dan lingkungan sekitar. Manusia tidak pernah lepas dari yang namanya masalah dan tekanan untuk hidup, selalu berusaha dan berjuang menyetarakan taraf hidupnya dalam mencapai kehidupan yang lebih baik, namun ada saatnya kita “lelah” jiwa dan merasa hidup ini datar. Pikiran kita akan diisi oleh bayangan-bayangan kegagalan, kekurangan diri kita, kemiskinan, keterbatasan yang membelenggu, kekhawatiran atas apa yang terjadi nanti, lupakan.

Bersyukur

Menerima apa yang ada dalam diri kita dengan sukacita dan penuh harapan untuk melangkah lebih baik. Bersyukur bukan berarti  berserah dan pasrah atas apa yang ada di diri kita, namun bersyukur itu penerimaan hati dan jiwa kita atas apa kita miliki dan berlapang dada menjalaninya. Sering kali kita membandingkan kehidupan yang kita alami dengan mereka yang memiliki “standar” lebih baik tanpa melihat bagaimana mereka mencapainya, kita hanya akan berputar-putar dan terus berkutat dalam pikiran saja karena kita tidak bisa melihat dan menerima potensi yang tersembunyi dalam diri kita, ada baiknya kita melihat dan menerima segala yang ada didalam kita. Bersyukur membuat kehidupan dan apa yang hendak kita raih lebih teratur dan beban hidup menjadi lebih ringan.

Berusaha

Sebagian besar orang cenderung membayangkan betapa manis atau berharap seperti apa   hasil akhirnya. Namun kita akan lupa bagaimana proses itu bekerja, bagaimana kita bisa menuju ke tujuan yang hendak kita tempuh, karena melalui proses inilah kepribadian kita terbentuk, melalui proses alamiah dari dalam diri inilah kita tumbuh, tanpa ktia sadari hal ini berlangsung sejak usia dini. Dalam mencapai tujuan hidup cintailah proses dan kita akan melihat siapa diri kita, kemampuan terbaik kita, segala usaha dan pencapaian kita, bangga dan cintailah hal baik yang sedang kita kerjakan saat ini. Jangan pernah mengkhawatirkan apa yang belum kita jalani, perencanan yang matang disertai dengan pengetahuan dan pengalaman, sedikit faktor keberuntungan maka apa yang kita tanam akan membuahkan hasil, tidak mungkin seseorang yang menabur sedikit ia akan menuai banyak. perkaya diri kita dengan pengalaman dan pengetahuan, ada banyak jalan dan cara untuk meraih apa yang hendak kita capai.

Berdoa

Berdoa yang baik adalah doa yang tulus “Ya Tuhan berkatilah usaha dan bisnisku ini agar lancar dan berhasil dengan baik.” bagaimana kalau perumpamaan doa diatas kita ubah seperti berikut “Ya Tuhan aku bersyukur atas berkatMu, sertailah aku dalam menjalani hidupku ini, ku serahkan segalanya padaMu. Tentu kita manusia hanya bisa “mengemis” berkat dari Tuhan, seakan kita memposisikan diri kita sebagai hamba atau tuan disaat yang bersamaan (renungkan: kita saat berdoa kita selalu “menuntut dan mengemis”) secara tidak sadar kita memposisikan Tuhan secara tuan dan hamba pula, bagaimana kalau kita posisikan Tuhan sebagai sahabat yang bisa mendengarkan setiap saat, tanpa rasa takut akan ancaman dan siksa yang bertele-tele (bukankah Tuhan sayang kepada manusia?)

Berdoa yang tulus adalah “Ungkapan hati dalam keselarasan”  artinya kita tahu siapa diri kita, apa yang hendak kita doakan, apa yang kita bicarakan dalam hati dan perasaan kita secara tulus dan murni. Bagaimana kita mengenal Tuhan jika kita sendiri tidak tahu siapa kita, dan apa isi doa kita, bukankah Tuhan maha mendengar? Ya tentu saja, tapi perasaan dan pikiran kita terbatas, kita meraba-raba dalam kegelapan hati, kita tidak bisa membaca dan melihat “pertolongan” yang Tuhan berikan. Intimya kita menuntut hasil yang jauh diseberang sana tanpa melihat titian yang kita lewati. Seorang petani menanam bibit durian, bertahun-tahun dia merawat, menyiangi, memupuknya dan menjaganya dengan baik dari hama pengganggu, buah yang dihasilkan pun sepadan dengan kerja keras yang ia lakukan, dan hilanglah rasa penat dan letih setelah ebrtahun-tahun ia merawatnya, semuanya terbayar dengan durian yang begitu ranum masak. Berdoalah untuk langkah-langkah yang kita ambil, berdoalah dengan tulus dan pasti, Tuhan tahu apa yang kita inginkan sebelum kita memintanya, akan tetapi mintalah dan jalanilah maka semuanya akan dimudahkan.

Intinya sebagai seorang insan yang menghadapi hidup, isilah hidup kita ini dengan potensi yang kita miliki, lakukanlah dengan sukacita, bukan karena semua ini tanggung jawab kita atau hanya urusan perut saja, buatlah hidup ini sebagai sebuah karya yang indah, setidaknya bagi diri kita.



Categories: Motivasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: